WELCOME

Terima Kasih Telah Mengunjungi Blog Saya

Kamis, 24 Juni 2010

Italia Layak Tersisih












Melihat level lawan-lawan di Grup F, Italia seharusnya bisa lolos ke babak 16 Besar. Namun, fakta mereka hanya berada di dasar grup menyadarkan personil Gli Azzurri bahwa merasa layak tersisih.

Italia mengakhiri kiprah Piala Dunia 2010-nya sebagai juru kunci Grup F. Dua hasil imbang, 1-1, dari Paraguay dan Selandia Baru malah disambung kekelahan 2-3 dari Slovakia di laga penentuan.

"Wajar jika Italia pulang. Jika kami gagal mengalahkan Slovakia dan Selandia Baru, kami tidak punya tempat di sini," kata Gianluigi Buffon di Football Italia.

Ucapan kiper yang hanya tampil 45 menit di Afrika Selatan diamini Gianluca Zambrotta. "Hanya ada satu analisa: juru kunci, kami layak pulang. Di dua laga pertama kami bermain cukup baik dan memberikan semua yang kami punya," kata Zambrotta.

"Babak pertama laga hari ini berjalan buruk, kemudian kami memikat setelah jeda. Kami bisa lolos dari maut jika mendapatkan sedikit keberuntungan. Itu tidak cukup, jadi semua pemain harus bertanggung jawab dan menerima kegagalan ini," sambungnya.

Marcello Lippi menyebut dirinya sebagai satu-satunya sosok yang bertanggung jawab atas hasil memalukan Italia. Namun, para pemain sepakat untuk tidak menyalahkan sang allenatore.

"Kami patut disalahkan. Pelatih memberikan semua yang kami butuhkan dan kami tidak cukup bagus untuk memenangi laga (melawan Slovakia)," kata Antonio Di Natale.

"Tidak ada gunanya mencari alibi, karena kami sadar telah membuat malu diri kami sendiri," timpal Daniele De Rossi.

Andrea Pirlo tampil baik sebagai pengganti di laga melawan Slovakia. Namun, sebagai anggota tim, ia merasa ikut bertanggung jawab atas kegagalan Italia.

"Kami benar-benar memalukan diri sendiri. Kami gagal memenangi laga dan kesalahan terletak pada semua orang," ucap Pirlo. "Kami berada dalam satu skuad dan tanggung jawab harus dibagi di antara semua orang," tutupnya.

0 komentar:

Posting Komentar