
Dinamit meledak! Tim nasional Denmark berhasil meledakkan Singa Afrika, Kamerun, setelah berhasil menang 2-1 di putaran kedua Grup E Minggu (20/6) di Stadion Loftus Versfeld, Pretoria.
Kedua tim bermain terbuka dan saling serang sejak pertandingan dimulai. Permainan atraktif diperlihatkan kedua negara dari benua berbeda ini. Sejumlah peluang diciptakan kedua tim di sepanjang pertandingan.
Pertandingan baru berjalan enam menit, Dennis Rommedahl yang menyerang dari sisi kanan langsung mengancam gawang Kamerun. Namun sayang, Rommedahl gagal memanfaatkan peluang emas itu setelah tendangan yang ia lakukan msih melambung di atas gawang Souleymanou Hamidou.
Pada menit kesepuluh, Striker Kamerun, Samuel Eto'o, berhasil memecahkan suasana di Stadion Loftus Versfeld setelah ia sukses mengoyakkan jala gawang Thomas Sorensen. Gol pertama Kamerun ini diawali oleh kesalahan bek Denmark Poulsen yang gagal menguasai bola sehingga berhasil dirampas oleh Achille Emana. Emana kemudian mengirim umpan silang rendah ke tengah kotak penalti Denmark dan disambut oleh Eto'o yang tidak ragu memanfaatkan peluang untuk membawa timnya unggul. Gol Eto'o ini merupakan gol pertama Kamerun di putaran final Piala Dunia ini.
Setelah berhasil unggul, Kamerun tampil semakin percaya diri. Beberapa kali Emana mengancam gawang Sorensen, namun tendangan pemain Real Betis ini masih belum mampu menambah keunggulan bagi Kamerun.
Namun, kepercayaan diri pemain Kamerun harus dibayar mahal. Menit ke-33, Rommedahl yang berlari di sisi kanan berhasil lolos dari jebakan offside dan menerima umpan panjang dari Simon Kjaer. Rommedahl segera mengirim umpan silang menyusur tanah yang disambut dengan sontekan Niklas Bendtner hingga menembus gawang Hamidou. Pemain Arsenal itu sukses menyamakan kedudukan dengan tipe mencetak gol yang sering ia lakukan saat bermain di klub London Utara itu.
Samuel Eto'o hampir saja kembali membawa Singa Afrika unggul di menit ke-41 setelah menerima umpan dari Emana, yang lagi-lagi berhasil mendapatkan bola karena kesalahan pemain belakang Denmark. Namun, Eto'o yang berdiri bebas gagal memaksimalkan umpa n Emana setelah tendangan kaki kirinya hanya membentur tiang gawang Sorensen.
Ketika babak kedua bergulir, Kamerun tidak mengendurkan serangan-serangannya. Bahkan pertandingan ini bisa dikatakan hampir didominasi oleh permainan para pemain Kamerun. Namun sayang, Eto'o, Emana, dan Pierre Webo gagal memaksimalkan beberapa peluang yang mereka dapatkan.
Sebaliknya, Denmark kembali meledakkan gawang Hamidou di menit ke-61 melalui kaki Rommedahl. Pemain Ajax yang sedang dipinjam oleh NEC Nijmegen ini kembali memperlihatkan deteminasinya dengan berlari di sisi kanan lapangan dan menerima umpan terobosan panjang dari tengah lapangan yang dilepaskan oleh Bendtner. Rommedahl sukses mengecoh satu pemain bertahan Kamerun dan melepaskan tendangan kaki kiri ke arah tiang dalam sebelah kanan gawang Hamidou.
Menit ke-84, Kamerun memiliki peluang emas untuk menyamakan kedudukan. Pemain pengganti Vincent Aboubakar yang masuk menggantikan Webo mendapat bola liar yang jatuh di hadapannya. Namun tendangan kerasnya yang mengarah deras ke arah gawang masih membentur wajah Poulsen yang sedang terjatuh sehingga mengubah arah bola. Hingga pertandingan usai, Denmark berhasil mempertahankan keunggulannya.
Dengan demikian, tim Dinamit Denmark berhasil meraih tiga poin penuh setelah pada pertandingan sebelumnya harus mengakui kehebatan tim Oranye Belanda. Denmark saat ini menempati peringkat ketiga Grup E dengan tiga poin dengan defisit satu gol. Denmark kini meraih poin sama dengan Jepang, yang menduduki peringkat kedua karena unggul selisih gol. Denmark dan Jepang dipastikan akan menjalani pertandingan terakhir yang sangat krusial karena keduanya memperebutkan satu posisi sisa dari Grup E untuk lolos ke babak 16 besar. Keduanya akan bertemu pada 24 Juni mendatang di Rustenburg.




0 komentar:
Posting Komentar